| 0 komentar ]

Pihak Kemdikbud menghmbau Pemda (Pemerintahan Daerah) untuk memperhatikan Standardisasi Lembaga Penyelenggara PAUD.
Dengan semakin berkembangnya lembaga penyelenggara PAUD, Pemerintah daerah perlu memperhatikan standarisasi lembaga penyelenggara pendidikan tersebut. “Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperhatikan standarisasi lembaga-lembaga penyelenggara PAUD di daerah masing-masing, agar semua lembaga penyelenggara memiliki kualitas yang sama dan bagus,” jelas Pak Didik pada Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (16/02).

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD, pasal 1, menyebutkan standar PAUD adalah kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Didik juga berharap dalam penyelenggaran pembelajaran di PAUD, penyelenggara pendidikan tersebut dapat mengedepankan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “PPK ditekankan pada penyenggaraan PAUD, bukan calistung (baca, tulis, dan hitung). Begitu juga saat mau masuk Sekolah Dasar tidak boleh ada tes calistung,” demikian pesannya.

Penyelenggaraan PAUD untuk tidak mengedepankan calistung tersebut pun didukung oleh Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin. Ia membenarkan bahwa anak-anak usia dini jangan dituntut untuk harus bisa membaca, menulis, dan berhitung.

“Mohon Ibu-ibu juga jangan memaksakan anak-anak yang mau masuk SD harus bisa membaca, karena di TK hanya mengenal huruf saja,” pesan Liestiaty kepada para Bunda PAUD Se-Sulawesi Selatan.

Ia juga memberikan masukkan kepada Kemdikbud untuk membuat regulasi tentang anak yang akan masuk Sekolah Dasar wajib tamat Taman Kanak-kanak. “Saya berharap pak Sekjen, agar anak-anak tidak dimasukkan ke SD sebelum tamat Taman Kanak-kanak, karena di TK diajarkan bagaimana motoriknya, saling menyayangi sesama teman, dan bagaimana saling berbagi,” imbuh Bunda PAUD.

Pada kesempatan itu juga Kemdikbud memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) yang secara simbolis diberikan kepada Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, dan Bunda PAUD Kabupaten Maros.

Turut hadir dari Kemdikbud dalam acara tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano; Inspektur Jenderal Kemdikbud, Muchlis R. Luddin; dan para pejabat eselon dua dilingkungan Kemdikbud.

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerin Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber:
- kemdikbud.go.id

0 komentar

Posting Komentar