| 0 komentar ]

Dalam artikel ini kami akan merilis 2 (dua) hal. Pertama, Rilis resmi tentang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Taman-Kanak-kanak Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019. Selanjutnya Rilis resmi berbagai Perdirjen (Peraturan Dirjen) PAUD dan Dikmas Tahun ajaran 2019/2020.

Terkait rilis yang pertama, bahw Direktorat PGTK PAUD dan Dikmas dalam rangka persiapan Pelaksanaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Taman-Kanak-kanak Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 dengan ini merilis secara resmi pedoman umum penyelenggaraan dan petunjuk teknis penilaian.

Adapun Pelaksanaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Taman-Kanak-kanak Berprestasi dan Berdedikasi Tk. Nasional Tahun 2019 tahun ini mencakup 3 kategori berprestasi dan 2 kategori berdedikasi sebagai berikut:

  1. Guru TK Berprestasi;
  2. Kepala TK Berprestasi;
  3. Pengawas TK Berprestasi;
  4. Guru TK Berdedikasi; dan
  5. Kepala TK Berdedikasi.

Untuk lebih jelasnya, Para Bunda PAUD juga Bapak/Ibu yang lainnya dapat mengunduh semua pedoman dan juknis pada Laman pedoman dan juknis Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Taman-Kanak-kanak Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional.

Selanjutnya Anda dapat mengunduh berbagai Peraturan Dirjen PAUD dan Dikmas Tahun ajaran 2019/2020 diantaranya mengenai Petunjuk Teknis Bantuan Pemberian Makanan Sehat Tahun 2019, dan lainnya pada Daftar Unduhan berikut ini :

  • Petunjuk Teknis Bantuan Pemberian Makanan Sehat Tahun 2019 | Unduh
  • Petunjuk Teknis Bantuan Inisiasi Penyelenggaraan PAUD 0-3 Tahun pada Tahun 2019 | Unduh
  • Petunjuk Teknis Bantuan Penyelenggaraan Koordinasi Penuntasan PAUD Pra Sekolah Dasar Tahun 2019 | Unduh
  • Petunjuk Teknis Bantuan Program Pengembangan Ilmuwan Cilik Tahun 2019 | Unduh
  • Petunjuk Teknis Bantuan Pusat Kegiatan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2019 | Unduh

Semoga bermanfaat! Amin Ya Alloh Ya Robbal 'Alamin.


Sumber:
- pgtkpauddikmas.kemdikbud.go.id
- kemdikbud.go.id

Read More...

| 0 komentar ]

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipastikan akan menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini sesuai dengan lahirnya UU no 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, terutama akses layanan dasar terkait pendidikan sesuai pasal 5 ayat 3 bahwa kewajiban pemerintah daerah kabupaten/kota untuk memberikan layanan pendidikan anak usia dini.

Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik itu tergantung keseriusan pemerintah daerah dalam mendata dan mengelola PAUD di daerahnya masing-masing. Prosesnya dinas pendidikan mengajukan rencana dan data ke BAPPEDA lalu masuk secara online di BAPPENAS. Maka segeralah Dinas, pengelolaan keuangan dan aset daerah untuk membuat dan mengumpulkan data untuk mendapatkan alokasi DAK fisik tahun 2019 nanti. Namun jangan lupa juga bereskan administrasi untuk mendapatkan DAK nonfisik.

Selanjutnya silakan Anda untuk men-download Peraturan Presiden 141 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2019. Untuk melengkapinya kami sertakan juga Permendikbud Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan.

  • Peraturan Presiden 141 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2019 | Unduh
  • Permendikbud Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan | Unduh

Sebagaimana diketahui untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bermutu, serta untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang adil dan lebih bermutu, pemerintah mengalokasikan dana bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini untuk penyelenggaraan PAUD berkualitas. Berdasarkan data, PAUD yang dikelola pemerintah daerah sebanyak 8.000 lembaga, sementara dikelola masyarakat lebih tinggi mencapai dua ratus ribu lebih.

Dalam rangka Gerakan Nasional PAUD berkualitas tersebut, memang Pemerintah perlu memberikan dukungan dengan menyediakan berbagai bantuan PAUD seperti Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, Bantuan Penyelenggaraan PAUD Baru, Bantuan Sarana Pembelajaran PAUD, Unit Gedung Baru (UGB) PAUD, Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD, Rehabilitasi/Renovasi Gedung PAUD, dan lain-lain kepada lembaga atau satuan PAUD yang diselenggarakan oleh masyarakat, yayasan/organisasi, pemerintah Daerah, badan keagamaan, dan Satuan Pendidikan Non formal lainnya seperti PKBM dan SKB.

Sumber:
- anggunpaud.kemdikbud.go.id
- kemdikbud.go.id

Read More...

| 0 komentar ]

Kita sebagai Guru TK/PAUD harus menguasai teknik “Bagaimana cara menenangkan anak yang ribut di dalam kelas”. Tentunya untuk membuat anak menjadi tenang, kita tidak serta merta menyuruh supaya diam atau berteriak, nah lo tentunya bukan begitu cara yang benar.

Pakar Pendidikan Anak dari Associate Professor Yoon H. Lee English Childhood Education (ECE) SNUDe, Professor Yoon H.Lee menjelaskan, bahwasanya seorang guru TK harus lebih kreatif dan bisa membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan.

Untuk menciptakan suasana tersebut bisa dengan memamnfaatkan berbagai media yang dapat membantu, seperti: menggunakan alat/benda, menggunakan kata-kata, menggunakan komunikasi umpan balik, menggunakan simbol gambar yang dapat dipahami anak, dan menggunakan bantuan aplikasi super sound box, class dojo, and two noisy.

USING TOOLS (Menggunakan alat/benda)

Ketika konsentrasi anak teralihkan, guru bisa meniup Hush Bubbles kemudian anak bisa melihat gelembung yang besar dan mulai bisa berkonsentrasi. Quite Spray bisa digunakan juga untuk menyemprotkan air di atas kepala anak sehingga mereka bisa kembali berkonsentrasi. Sebaiknya air di dalam botol spray diberikan sedikit essence agar anak-anak menjadi lebih tenang. Guru juga bisa menggunakan Rainstick yang dibuat sendiri. Caranya dengan memasukan berbagai macam alat atau mainan kecil ke dalamnya. Sehingga Rain Stick tersebut bisa mengeluarkan bunyi yang dapat menarik perhatian anak.

USING WORDS (menggunakan kata)

Guru bisa memerintahkan anak untuk menggembungkan mulutnya seperti “Catch a Marshmallow (tangkap mashmallownya)!!”. Mengubah nada suara menjadi lebih pelan atau berbisik, sehingga anak akan segera memfokuskan perhatiannya kepada guru. Terakhir, dengan berkata “Ibu akan menutup mata, dan ketika ibu membuka mata, Ibu mau melihat semua anak duduk dengan rapih ya…” .

USING CALL BACKS (menggunakan kata umpan balik)

Setiap guru pasti memiliki KEY WORD (kata kunci) terhadap anak didiknya. Misalnya, memanggil nama kelas, atau sapaan pendek seperti HAI… Kemudian anak menjawab HALLO.. Dengan menggunakan umpan balik kata tersebut konsentrasi anak akan segera terfokuskan kembali. Guru bisa membuatnya dengan sekreatif mungkin, atau membuat kata yang mudah, dan sering digunakan.

USING VISUAL (menggunakan gambar)

Anak dapat diperlihatkan tampilan gambar yang menarik, dan selalu diingatkan ketika pembelajaran akan dimulai. Tidak dengan menggunakan suara, hanya menunjukan gambar yang menarik. Guru bisa memuat gambarnya sendiri sesuai dengan kebutuhan, dan dibuatkan gambar yang cukup besar sehingga anak yang duduk di belakang bisa melihat dengan jelas.

USING TECHNOLOGY (menggunakan teknologi)

Guru bisa mengunduh aplikasi suara yang ada di media elektronik. Kemudian guru bisa membunyikan suara-suara tersebut untuk bisa mengalihkan konsentrasi anak, seperti suara kereta api, suara alarm, atau suara binatang. Disarankan guru menggunakan pengeras suara sehingga anak bisa mendengarkan suara tersebut dengan jelas. Ada beberapa aplikasi yang bisa diunduh secara gratis seperti Super Sound Box, dll.

Silahkan dicoba oleh Bunda kelima cara atau teknik tersebut agar suasa kelas selalu menyenangkan, anak tidak bosan dan merasa harus terus mendengarkan guru, dan begitupun dengan akan merasa lebih nyaman ketika menyampaikan materi di dalam kelas. Semoga bermanfaat, Amin Ya Robbal 'Alamin…

Sumber:
- kemdikbud.go.id

Read More...

| 0 komentar ]

Pihak Kemdikbud menghmbau Pemda (Pemerintahan Daerah) untuk memperhatikan Standardisasi Lembaga Penyelenggara PAUD.
Dengan semakin berkembangnya lembaga penyelenggara PAUD, Pemerintah daerah perlu memperhatikan standarisasi lembaga penyelenggara pendidikan tersebut. “Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperhatikan standarisasi lembaga-lembaga penyelenggara PAUD di daerah masing-masing, agar semua lembaga penyelenggara memiliki kualitas yang sama dan bagus,” jelas Pak Didik pada Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (16/02).

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD, pasal 1, menyebutkan standar PAUD adalah kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Didik juga berharap dalam penyelenggaran pembelajaran di PAUD, penyelenggara pendidikan tersebut dapat mengedepankan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “PPK ditekankan pada penyenggaraan PAUD, bukan calistung (baca, tulis, dan hitung). Begitu juga saat mau masuk Sekolah Dasar tidak boleh ada tes calistung,” demikian pesannya.

Penyelenggaraan PAUD untuk tidak mengedepankan calistung tersebut pun didukung oleh Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin. Ia membenarkan bahwa anak-anak usia dini jangan dituntut untuk harus bisa membaca, menulis, dan berhitung.

“Mohon Ibu-ibu juga jangan memaksakan anak-anak yang mau masuk SD harus bisa membaca, karena di TK hanya mengenal huruf saja,” pesan Liestiaty kepada para Bunda PAUD Se-Sulawesi Selatan.

Ia juga memberikan masukkan kepada Kemdikbud untuk membuat regulasi tentang anak yang akan masuk Sekolah Dasar wajib tamat Taman Kanak-kanak. “Saya berharap pak Sekjen, agar anak-anak tidak dimasukkan ke SD sebelum tamat Taman Kanak-kanak, karena di TK diajarkan bagaimana motoriknya, saling menyayangi sesama teman, dan bagaimana saling berbagi,” imbuh Bunda PAUD.

Pada kesempatan itu juga Kemdikbud memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) yang secara simbolis diberikan kepada Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, dan Bunda PAUD Kabupaten Maros.

Turut hadir dari Kemdikbud dalam acara tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano; Inspektur Jenderal Kemdikbud, Muchlis R. Luddin; dan para pejabat eselon dua dilingkungan Kemdikbud.

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerin Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber:
- kemdikbud.go.id

Read More...