| 0 komentar ]

Kita menyadari bahwa Pendidikan Pencegahan Korupsi Untuk Anak PAUD sungguh perlu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap dalam tahun pelajaran baru 2019 pada bulan Juni - Juli mendatang materi (pelajaran) pendidikan pencegahan korupsi masuk dalam kurikulum PAUD hingga SLTA.

Bentuknya tidak harus dalam mata pelajaran pencegahan korupsi, akan tetapi cukup masuk dalam satu atau dua bab dalam mata pelajara yang sudah ada.

Orangtua dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu kunci pencegahan korupsi. Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiono saat hadir sebagai narasumber Panel II dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Tahun 2019 Regional 1 Makassar, Rabu (20/2).

Menurut Pak Giri, PAUD dan Dikmas, termasuk perempuan, penting untuk membangun nilai-nilai, utamanya bagi anak-anak. Untuk membangun nilai itu butuh keteladanan dari orangtua, pengelola pendidikan, baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun sekolah itu sendiri. Karena pendidikan yang paling manjur adalah keteladanan.

Pencegahan korupsi melalui pendidikan secara formal di PAUD dan Dikmas, menurut Giri, bisa dilakukan melalui pembelajaran atau hal-hal lain. Karena PAUD dan Dikmas ruang kreativitasnya lumayan besar. Hal ini bisa dilakukan dengan segala pendekatan, semakin bisa unik sesuai dengan dunia mereka akan lebih mudah untuk menginternalisasi nilai-nilai.

Saat ini strategi pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK meliputi tiga hal:

  1. Penindakan, tujuannya untuk membuat orang takut
  2. Pencegahan, agar orang tidak bisa korupsi
  3. Pendidikan, agar orang tidak ingin korupsi

Agar orang tidk ingin korupsi, mau tidak mau harus dibangun dari pemahaman nilai dan keteraturan untuk berlatih. Misalnya dilatih di PAUD dan keluarga.

Orangtua dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu kunci pencegahan korupsi. Hal itu senada dengan apa yang disampaikan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiono saat hadir sebagai narasumber Panel II dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Tahun 2019 Regional 1 Makassar, Rabu (20/2).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih banyak membicarakan tata kelola dan integritas pada satuan pendidikan karena strategi yang paling tepat adalah keteladanan. ”Anak-anak belajar dari lingkungan, bagaimana sekolah secara tegas menolak gratifikasi, menindak yang tidak berintegritas seperti yang mencontek dan segala macam,” demikian penegasan dari Pak Giri.

Sumber:
- kemdikbud.go.id

0 komentar

Posting Komentar