| 0 komentar ]

Memang kita sebagai Bunda PAUD dan orang-tua tentu akan merasa senang apabila anak-anak kita yang masih kecil sudah bisa membaca dan menulis, minimalnya sudah senang buka-buka buku cerita atau yang lainnya. Namun satu hal yang sungguh prinsip bahwa janganlah kita sebagai orang-tua memaksakan pada anak-anak kita agar bisa membaca, hindari pemaksaan belajar membaca dan menulis.

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pernah mengeluarkan surat edaran yang menghimbau agar anak-anak tidak diajari membaca, menulis, dan berhitung lewat metode intensif. Pendidikan pada level ini bertujuan mengembangkan kemampuan dasar anak, baik fisik, mental, maupun karakter melalui permainan (yang sederhana).

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemdikbud Harris Iskandar, mengatakan, PAUD wajib menyebarkan informasi mengenai larangan tersebut kepada orang-tua. Pada hari pertama masuk sekolah, orangtua di semua jenjang pelajaran wajib mengantar anak ke sekolah. Pada hari itu, guru memberi tahu orangtua mengenai kebijakan sekolah dan hal-hal yang akan dipelajari anak untuk satu tahun ke depan.

PAUD menekankan pada kegiatan bermain bagi anak. Hal ini akan mengembangkan kemampuan anak dalam hal gerak, sosial, analisis, serta pengambilan keputusan. Perihal pengenalan abjad dan angka boleh-boleh saja, tetapi bukan dengan cara menghafal, tapi berikan lewat permainan yang bersifat aktif.

Kategori anak usia dini sesuai dengan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar PAUD adalah anak yang berusia antara 0-6 tahun. Permendikbud menegaskan bahwa tingkat perkembangan yang dicapai merupakan aktualisasi potensi semua aspek perkembangan yang diharapkan dapat diwujudkan anak pada setiap tahap, yaitu motorik, kognitif, afektif, serta psikologis. Tingkat perkembangan itu bukan pencapaian kecakapan akademik.

Sementara itu psikolog keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, mayoritas orang-tua menganggap kesuksesan anak, termasuk di usia dini, bertumpu di faktor akademik. Alasannya, sebab faktor tersebut paling mudah dilihat.

Padahal, tahapan perkembangan anak secara fisik dan sosial menentukan kemampuan dan perilaku anak pada masa depan. Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum memahami pentingnya tahapan perkembangan fisik anak.

Sumber:
- Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat
- kemdikbud.go.id

0 komentar

Posting Komentar