| 0 komentar ]

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kita, Muhadjir Effendy mengisyaratkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini sungguh Penting bagi Generasi Bangsa. Di samping itu beliau juga mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini yang berkualitas dapat memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas (mutu) hidup anak di masa mendatang.

Mendikbud kembali menekankan pentingnya setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan anak usia dini. Ia menuturkan, PAUD yang berkualitas penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak. Anak usia dini perlu mendapat kesempatan terbaik sejak awal kehidupannya dengan memperoleh pengalaman, baik dari stimulasi positif, perlindungan anak, hingga layanan kesehatan dan gizi.

Sampai sekitar tahun 2017 yang lalu, angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Indonesia telah menunjukkan angka yang cukup baik, yaitu 72,35 persen. Sesuai amanat Nawa Cita untuk pemerataan layanan pendidikan, maka pembangunan perluasan PAUD diarahkan ke desa-desa yang belum memiliki layanan PAUD, terutama daerah terdepan, perbatasan, dan pedalaman. Pada tahun 2017 ini, pemerintah telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Penyelenggaraan (DAK BOP) PAUD sebesar Rp3,35 trilyun.

Memang Pemerintah Indonesia pun terus berupaya mewujudkan PAUD yang berkualitas, salah satunya dengan bekerja sama dengan lembaga internasional seperti UNICEF dan menggandeng pihak swasta seperti Yayasan IKEA. Hal tersebut diwujudkan melalui kerja sama dalam meningkatkan kualitas PAUD di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dimulai tahun 2017 sampai berakhir pada 31 Januari 2020.

Kehadiran SEAMEO Ceccep sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO Ceccep merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga untuk kawasan ASEAN. SEAMEO CECCEP dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 (tujuh) program prioritas SEAMEO, yaitu tercapainya pendidikan universal pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan target anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak yang tinggal di pedesaan, etnis yang termarjinalkan, serta anak-anak berkebutuhan khusus.

PAUD Universal untuk Masa Depan Anak Lebih Baik

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan pernah menggelar acara Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pemberian penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional tahun 2017 yang diberikan oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

Sesi pertama seminar mengambil Status terkini dan strategi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan PAUD yang akan menghadirkan Bupati Passer, Kalimantan Selatan yang akan menceritakan pelaksanaan PAUD didaerahnya. Kemudian Strategi PAUD Integritas Kabupaten Belu, NTT yang disajikan Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur

Sesi kedua memilih tema Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam PAUD Berkualitas Universal. Kebijakan Wajib PAUD Pra-SD di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dan peran pemerintah daerah dalam gerakan PAUD Universal di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Sesi ketiga tentang Pendidikan Yang Berkualitas, berkeadilan dan Inklusif untuk meningkatkan Kemampuan sepanjang Hayat. Tumbuh Kembang dan Layanan PAUD Inklusif Oleh dr. Kresno Mulyadi, Sp.KJ. Faktor-Faktor Penyebab Utama Stunting pada Anak Usia Dini. Oleh : Prof. Dr. Hardiansyah (IPB Bogor) dan Pentingnya Emosi Positif Untuk Kesehatan Jiwa dan Raga Anak Usia Dini disampaikan Dr. Ratna Megawangi.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Ella Yulaelawati mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus di bidang pendidikan juga ada kesepakatan internasional seperti Deklarasi Pendidikan 2030 di Incheon pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu, para menteri pendidikan di dunia berkomitmen mendorong adanya pendidikan pra-dasar wajib dan bebas biaya minimal satu tahun.

Saat ini keikutsertaan anak-anak pada program PAUD meningkat pesat di tingkat Asia dan dunia. Estimasi persentase anak-anak berusia 3-6 tahun pada layanan PAUD di Indonesia sudah mencapai lebih dari 72,35 persen. Sebagian besar mendapatkan layanan PAUD yang berbasis masyarakat lokal di lebih dari 57.526 desa.

Dari data tersebut, masih ada sekitar 6.536.229 anak atau sekitar 34,84 persen anak yang belum memperoleh layanan anak usia dini. Dari data desa, masih ada sekitar 23.737 desa yang belum ada layanan pendidikan anak usia dini. Guna memenuhi komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah memandang perlu adanya penyelerasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

PAUD Universal Kunci Masa Depan Anak

Pada Hari Anak Universal Senin, 20 November 2017, ibu negara selaku Bunda PAUD Indonesia pernah berpesan agar seluruh komponen masyarakat memperhatikan tumbuh kembang anak usia dini untuk menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria dan berahlak mulia. Pada kesempatan tersebut ibu negara di dampingi Ibu Wakil Presiden, Mufida Yusuf Kalla dan sejumlah istri menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ibu Negara dalam kesempatan tersebut juga berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat segera mewujudkan PAUD Berkualitas Universal sebagai kunci keberhasilan masa depan anak Indonesia.

Menurut informasi, hampir semua negara maju sudah memperlakukan PAUD dengan sangat baik. Mulai dari sisi anggaran atau pun kualitas guru dan tenaga kependidikannya. Peningkatan kualitas dan kuantitas PAUD melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarkaat (Ditjen PAUD dan Dikmas) telah masuk dalam program prioritas pendidikan nasional.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Haris Iskandar menambahkan saat ini pemerintah tengah mengembangkan PAUD berkualitas universal. Hal ini dilakukan lantaran pemerintah menyadari bahwa kualitas PAUD masih banyak yang belum berstandar nasional. Baik dari segi infrastruktur atau pun kualitas gurunya.

Ia mengatakan, komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas PAUD di antaranya terlihat dari program komitmen PAUD Pra SD dan bertambahnya anggaran PAUD.

Konsep PAUD berkualitas universal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendi yang juga menjadi Presiden SEAMEO. Kehadiran SEAMEO Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di wilayah ASEAN.

Sumber:
- Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat
- kemdikbud.go.id

0 komentar

Posting Komentar