| 0 komentar ]

Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah investasi, demikian sudah dicontohkan oleh negara-negara lain bahwa memang lembaga PAUD adalah sebuah investasi untuk Negara.

Maka di Negara kita pun harus seperti itu. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu merancang suatu PAUD yang berkualitas sehingga bisa menjadi investasi untuk Bangsa.

Daerah-daerah di Negara Indonesia tercinta, perlu melakukan Investasi Program PAUD. Misalnya kita sangatlah mengapresiasi atas capaian angka partisipasi kasar (APK) PAUD usia 3-6 tahun Jawa Timur sebesar 84,24 persen, yang menempati posisi kedua.

Ditambah lagi dengan adanya program pemerintah Jawa Timur yang akan membentuk 10.000 Taman Posyandu. Sehingga di Jawa Timur akan terdapat layanan PAUD di setiap desa/kelurahan.

Investasi PAUD Provinsi Jawa Timur perlu dicontoh daerah lain. Salah satunya penerbitan peraturan daerah (Perda) tentang PAUD. Dit. Pembinaan PAUD perlu menginventarisasi daerah mana yang belum memiliki, dan didorong segera mengeluarkan Perda dimaksud.

Angka partisipasi kasar (APK) secara nasional perkembangannya lambat. Hingga kini capaian APK PAUD usia 3-6 tahun baru 54,64 persen dari target capaian 75 persen tahun 2015. Untuk itu perlu dibantu anggaran APBD provinsi maupun kabupaten/kota, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengatakan, kualifikasi tingkat pendidikan pendidik PAUD yang S1/DIV baru mencapai kisaran 10 persen. Pemerintah Pusat tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Diharapkan pemerintah provinsi/kabupaten/kota dapat membantu percepatan peningkatan kualifikasi pendidik PAUD.

Program PAUD berbeda dengan program lainnya. Program PAUD dilakukan secara komprehensif dan integratif dengan mengandalkan dukungan orangtua. Program parenting dengan sasaran orang tua sangat penting dilaksanakan, ujar anggota European Council of High Ability (ECHA).

Sumber:
- Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat
- kemdikbud.go.id

0 komentar

Posting Komentar